Ungu yang rindu..
Malam ini aku bertemu denganmu, kau berkata bahwa aku telah banyak berubah, aku semakin tampak lugu dalam gaun ungu ku. Atau? sebenarnya maksudmu aku tampak bodoh gitu?? nggak tahu! namun yang pasti, kata-katamu yang bagai lidah api itu menciutkan nyaliku. Aku sadar, aku tak secantik dewi bulan, aku tak seseksi matahari pagi, aku tak semolek senja.. aku hanya purukan luka yang telah membusuk. oh iya, aku punya tahi lalat berbentuk hati dipantatku, kau pasti suka.. yang dewi bulan tak punya, matahari pagi tak miliki dan senja yang mulus… oh tapi, tidak! tidak! pantatku tak boleh dilihat siapapun. Juga kamu yang sangat tampan itu. Pantatku ini sangat suci. Baru Tuhan saja yang menjilatnya.. oh… Tuhan menjilat pantatku! Anjrit begitu bodohnya dia! ooooh… Tuhan, Tuhan, bodohnya engkau!!
dari: disudut taman tuhanku
Karya Cerita |Leave a Reply