Hari yang aneh

October 25th, 2008

Ke Korea???

Mom…

October 22nd, 2008

Momiku yang cantik dan sekarang janda…

Aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku…

Aku ingin memelukmu sampai kapanpun dan tak ingin kulepaskan…

Aku ingin menggendongmu saat kakimu sakit…

Aku ingin memijitmu saat tubuhmu lelah…

Tapi kita jauuh…

Jauuuh…

Aku rindu!

I love You!

Ungu yang rindu..

October 17th, 2008

Malam ini aku bertemu denganmu, kau berkata bahwa aku telah banyak berubah, aku semakin tampak lugu dalam gaun ungu ku. Atau? sebenarnya maksudmu aku tampak bodoh gitu?? nggak tahu! namun yang pasti, kata-katamu yang bagai lidah api itu menciutkan nyaliku. Aku sadar, aku tak secantik dewi bulan, aku tak seseksi matahari pagi, aku tak semolek senja.. aku hanya purukan luka yang telah membusuk. oh iya, aku punya tahi lalat berbentuk hati dipantatku, kau pasti suka.. yang dewi bulan tak punya, matahari pagi tak miliki dan senja yang mulus… oh tapi, tidak! tidak! pantatku tak boleh dilihat siapapun. Juga kamu yang sangat tampan itu. Pantatku ini sangat suci. Baru Tuhan saja yang menjilatnya.. oh… Tuhan menjilat pantatku! Anjrit begitu bodohnya dia! ooooh… Tuhan, Tuhan, bodohnya engkau!!

dari: disudut taman tuhanku

Don’t Make Me Mad (with Blender)

October 15th, 2008

hahahahahahahaahhaaa …………………

I think it was freeday when we went out that day
A simple gift to her, a blender
Oh boy, oh my Lord say oh you keep your hate straight
Oh no can I do that? yup-yup yup!

he really drives me mad
But it wasn’t all that bad
2 seconds to make me surrender and said
Oh please don’t make me So Mad

I think it was Moonday when we went out that day
A simple gift to her, a blender
Oh boy, oh my Lord say oh you keep your head straight
Oh no can I do that?

he really drives me mad
But it wasn’t all that bad
2 seconds to make me surrender and said
Oh please don’t make me So Mad

I think it was Starday when we went out that day
A simple gift to her, a blender
Oh boy, oh my Lord say oh you keep your head straight
Oh no I cannot I cannot do that? why why stupid

he really drives me mad
But it wasn’t all that bad
2 seconds to make me surrender and said
Surrender and sit!

Oh please oh please don’t make me So Mad
Oh please oh please don’t please make me So GLad

Oh please oh please don’t please dont’ make me so sad
Oh please oh please don’t please make me so Had

Oh please oh please don’t make me so Had
Oh please oh please oh please

Maaf ya Noe, telah kuhancurkan syair lagumu, iseng aja sih, otakku lagi nggak “balance” kata quantum ikhlas… Luv U

Towards Digitalization of Effective Prayers

October 14th, 2008

Neuroscience, neurotechnology, microelectronics, sound technology dan tuntunan bijak serta falsafah yang hidup dan sejak dahulu berkembang dimasyarakat adalah wilayah yang terlalu luas untuk bisa dibahas disini, namun berikut adalah sekilas tentang latar belakang teknologi dan pemahaman yang digunakan oleh DigitalPrayers.
The function of prayer is not to influence God, but rather to change the nature of the one who prays.
Soren Kierkegaard

Dalam berbagai tuntunan kita akan selalu diingatkan akan pentingnya memiliki kemampuan fokus konsentrasi mendalam atau khusyu’ dalam berdoa. Karena, ketika kita berdoa dengan khusyu’ maka doa itu akan lebih mungkin terkabul. Lalu apa dan bagaimanakah sebenarnya khusyu’ itu? Untuk menjawabnya kita perlu agak sedikit mundur kebelakang.

Tuntunan bijak serta falsafah hidup yang sejak dahulu berkembang dimasyarakat secara turun-temurun maupun berbagai tuntunan agama kurang lebih selalu mengatakan bahwa: Alam semesta beserta isinya berasal dari satu sumber enersi abadi yang kekal dan menyeluruh. Sumber ini memiliki kekuatan, kecerdasan dan kesadaran yang tak-terbatas. Dengan sifat alamiahnya yang maha bijak, penuh kedamaian, kasih-sayang, kebahagiaan dan maha lengkap-sempurna. Masih menurut berbagai tuntunan itu, manusia diciptakan oleh Sumber yang SATU itu pula. Dan memahami serta mengalami kembali hakekat per-SATU-an maupun ke-SATU-an sambil menikmati keaneka-ragaman adalah tujuan hakiki hidup kemanusiaan. Bhineka Tunggal Ika. Unity in Diversity.

Lama sudah manusia mempertanyakan: ” Jika kita adalah ciptaan yang paling sempurna berbahan-dasar yang berasal dari sumber yang maha dahsyat penuh kasih dan sayang, lalu mengapa hidup kita demikian banyak dipenuhi masalah? Mengapa kita tidak merasakan kedamaian dan kebahagian seperti hakekatnya sifat bahan-dasar kita. Dan para guru serta manusia bijak pun menjelaskan kurang lebih demikian, “Engkau tidak bisa mengalami sifat alamiahmu disebabkan oleh pikiranmu sendiri. Pikiranmu menghalangimu untuk bisa merasakan dan menghayati sifat dirimu yang sejati.”

Dan kini, kitapun tahu bahwa pikiran kita memang benar-benar mewarnai hidup kita seperti kacamata kita yang berwarna merah, hijau atau hitam memberi kita cahaya ilusi yang menipu. Ketika kita tumbuh besar otak kita sudah terprogram dengan segala sesuatu yang men”dua” seperti hal-hal yang “menyakitkan” dan perlu dihindari, serta segala hal yang “menyenangkan” untuk dicari dan dimiliki. Otak kita selalu mem”filter” kenyataan yang terjadi dan memastikan bahwa hal itu sesuai dengan (warna kacamata) yang kita yakini. Tidak mengherankan jika kita tidak mampu melihat kedamaian, kemakmuran, cinta dan kasih sayang sebagaimana adanya.

Berbagai penjelasan “tua” pun mengungkapkan bahwa enersi yang SATU itu menciptakan semua menjadi berpasangan atau DUA (dualisme). Pasangan-pasangan (dualisme) seperti lelaki dan perempuan, siang dan malam, panas dan dingin, benar dan salah karenanya adalah seperti satu sisi dari mata uang yang sama. Dan dari tarik-menarik (tension) antara DUA hal itulah kehidupan di alam semesta tercipta.

Dualisme dan tarik-menarik itupun terefleksi pada otak kita yang terbelah dengan kedua-sisinya dalam dua struktur yang berlawanan. Perbedaan ini diperparah oleh kenyataan bahwa semua orang umumnya memiliki “ketidak-seimbangan” atau kondisi brain-lateralization pada dua-sisi otaknya. Karena otak kita mem-filter kenyataan secara terpisah (split-brain) maka kitapun cenderung melihat dunia secara men-DUA dan karenanya penuh dengan pertentangan (problema) ketimbang melihat dunia dalam ke-SATU-an yang utuh penuh dengan persamaan yang sejuk dan damai.

Oleh sebab itu, jika kita bisa membuat otak kita “belajar” untuk mau bekerja-sama antara kedua sisinya secara lebih koheren dan holistik, - jika kedua sisi-otak kita bisa diajarkan untuk menyeimbangkan diri, mau lebih berinteraksi satu sama lainnya dan berfungsi sebagai satu ke-SATU-an otak kiri dan kanan - maka kemungkinan besar kenyataan hidup yang kita alami memang akan berbeda.

Semakin otak kita bekerja sendiri-sendiri (semakin tinggi lateralisasi dan tensi atau ketegangan diantara dua sisinya) semakin parah perbedaan yang terlihat oleh kita sehingga hidup kitapun akan lebih didominasi oleh perasaan terpisah, takut, cemas dan terkucil. Sebaliknya, dengan koherensi kedua sisi-otak yang meningkat, perbedaan di dunia akan terlihat lebih menipis atau bahkan menghilang sehingga rasa damai dan rasa menyatu dapat lebih dirasakan kehadirannya.

Technology of of Effective Prayer

Penelitian tentang otak pun menunjukkan bahwa dalam kondisi khusyu’ (deep relaxed focus-concentration) otak berfungsi dengan lebih seimbang sehingga terjadi harmonisasi di kedua sisinya. Banyak riset seperti ini menunjukkan bahwa berbagai ritual keagamaan yang dilakukan dengan benar sesungguhnya memang akan menghasilkan keseimbangan dan sinkronisasi pada kedua sisi otak. Tingkat keseimbangan yang terjadi bahkan secara akurat bisa diukur dengan electroencephalograph (EEG) untuk memeriksa pola gelombang-otak yang terjadi.

Sebelum Menggunakan DigitalPrayer

Spectogram, 4-8hz
Saat otak terlalu lateral (satu sisi terlalu dominan), gelombang-otaknya disebut BETA. Kondisi ini bercirikan, fokus-kesadaran keluar dan terpecah. Kondisi ini diperlukan untuk berfikir dan bekerja namun menimbulkan rasa tidak-nyaman dan stress jika dilakukan berlebihan.

Selama Menggunakan DigitalPrayer

Spectogram, 4-8hz

Ketika otak memulai proses sinkronisasinya (melalui aplikasi proses ritual yang tepat) kedua sisi-otak akan menampakkan kecenderungannya untuk lebih bekerjasama dan mulai berpindah menuju ke kondisi gelombang-otak ALPHA. Pada kondisi ini kita akan merasakan beberapa kondisi subyektif seperti “melayang”, “tenggelam”, “fokus-mendalam” atau berbagai kondisi berciri khusyu’ lainnya. Kondisi “seperti mengantuk” bercampur dengan “keterjagaan yang kuat” juga menimbulkan apa yang disebut sebagai kondisi “super learning”.

Jika kondisi ini dilanjutkan sinkronisasinya maka kita akan memasuki gelombang otak THETA atau kondisi “mimpi”. Jika seseorang cukup terlatih dan mampu terjaga dalam kondisi ini - dan ini dimungkinkan lewat aplikasi teknologi DigitalPrayers - maka ia bisa memasuki kondisi “khusyu’” yang lebih dalam lagi dimana kedua sisi otaknya dalam kondisi kerja-sama yang luar biasa optimal. Kreatifitas dan problem-solving sejati juga terjadi disini ketika otak dengan otomatis menemukan sintesa jawaban atas kebutuhan, masalah (dualisme) yang dialami pada gelombang-otak beta.

Saat kondisi sinkronisasi yang bercirikan very deep relaxation ini terus dilanjutkan lebih dalam lagi. Maka otak akan memasuki gelombang DELTA yang biasa diasosiasikan dengan kondisi tidur lelap, dimana kedua sisi otak sudah tidak lagi menampakkan ciri-ciri lateralisasinya dan mau bekerjasama dengan tingkat koherensi yang tinggi. Dan jika seseorang bisa tetap terjaga dalam kondisi ini maka ia akan melampaui dualisme kehidupan untuk merasakan kondisi khusyu’ (deep relaxed focus-concentration) yang luar-biasa dengan karakteristik pengalaman rasa persamaan, even-ness, perasaan menyatu, oneness, berSATU, manunggal dengan seluruh isi alam semesta.

Now, what is a prayer anyway?

Apakah (tepatnya) terbuat dari apakah - doa itu?

Dalam hal ini kami menganjurkan anda untuk melihat doa dari sisi yang lain. Yaitu doa sebagai kata-benda (noun) bukan sebagai kata-kerja (verb). Ilmu fisika quantum memberikan penjelasan yang luar biasa dalam hal ini: semua unsur ciptaan di alam semesta baik yang tampak seperti tanah dan batu, maupun yang tidak tampak seperti suara dan angin pada intinya terbuat, tercipta, berasal dari unsur yang sama dengan berbagai sifat yang berbeda. Unsur itu pada dasarnya adalah “enersi dan informasi”. Kuantum Fisika menambahkan, bahwa bentuk dasar dari semua unsur ciptaan yang tampak maupun tidak tampak adalah suatu “gelombang cahaya” (vibration atau wave).

Karenanya doa sebagai salah satu bentuk unsur ciptaan yang tidak tampak pada intinya juga merupakan gelombang atau vibration. Gelombang pikiran tentu saja. Pikiran sebagai kata benda. Karena itu semua pikiran anda, SEMUA pikiran yang anda miliki selama 24 jam, apakah itu positif atau negatif, esensinya merupakan doa anda.

Prayer = Thought

Doa = Pikiran

Doa [Pikiran] yang dilakukan dalam keadaan Khusyu’ [deep relaxed focus-concentration] adalah Doa [Pikiran] yang efektif

Dari WePe, Tnx u…

October 14th, 2008

Etimologi

Anarkisme berasal dari kata dasar anarki dengan imbuhan isme. Kata anarki merupakan kata serapan dari bahasa Inggris anarchy atau anarchie (Belanda/Jerman/Prancis), yang berakar dari kata Yunani anarchos/anarchein. Ini merupakan kata bentukan a (tidak/tanpa/nihil/negasi) yang disisipi n dengan archos/archein (pemerintah/kekuasaan atau pihak yang menerapkan kontrol dan otoritas - secara koersif, represif, termasuk perbudakan dan tirani). Anarchos/anarchein = tanpa pemerintahan atau pengelolaan dan koordinasi tanpa hubungan memerintah dan diperintah, menguasai dan dikuasai, mengepalai dan dikepalai, mengendalikan dan dikendalikan, dan lain sebagainya. Sedangkan Anarkis berarti orang yang mempercayai dan menganut anarki. Sedangkan isme sendiri berarti paham/ajaran/ideologi.

Anarkisme

“Anarkisme adalah sebuah sistem sosialis tanpa pemerintahan. Ia dimulai di antara manusia, dan akan mempertahankan vitalitas dan kreativitasnya selama merupakan pergerakan dari manusia” (Peter Kropotkin)
“Penghapusan eksploitasi dan penindasan manusia hanya bisa dilakukan lewat penghapusan dari kapitalisme yang rakus dan pemerintahan yang menindas” (Errico Malatesta)

Teori politik

Anarkisme adalah teori politik yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat tanpa hirarkis (baik dalam politik, ekonomi, maupun sosial). Para Anarkis berusaha mempertahankan bahwa anarki, ketiadaan aturan-aturan, adalah sebuah format yang dapat diterapkan dalam sistem sosial dan dapat menciptakan kebebasan individu dan kebersamaan sosial. Anarkis melihat bahwa tujuan akhir dari kebebasan dan kebersamaan sebagai sebuah kerjasama yang saling membangun antara satu dengan yang lainnya. Atau, dalam tulisan Bakunin yang terkenal:

“kebebasan tanpa sosialisme adalah ketidakadilan, dan sosialisme tanpa kebebasan adalah perbudakan dan kebrutalan”[1]

Anarkisme dan kekerasan

Dalam sejarahnya, para anarkis dalam berbagai gerakannya kerap kali menggunakan kekerasan sebagai metode yang cukup ampuh dalam memperjuangkan ide-idenya, seperti para anarkis yang terlibat dalam kelompok Nihilis di Rusia era Tzar, Leon Czolgosz, grup N17 di Yunani. Slogan para anarkis Spanyol pengikutnya Durruti yang berbunyi:

Terkadang cinta hanya dapat berbicara melalui selongsong senapan

Yang sangat sarat akan penggunaan kekerasan dalam sebuah metode gerakan. Penggunaan kekerasan dalam anarkisme sangat berkaitan erat dengan metode propaganda by the deed, yaitu metode gerakan dengan menggunakan aksi langsung (perbuatan yang nyata) sebagai jalan yang ditempuh, yang berarti juga melegalkan pengrusakan, kekerasan, maupun penyerangan. Selama hal tersebut ditujukan untuk menyerang kapitalisme ataupun negara.

Namun demikian, tidak sedikit juga dari para anarkis yang tidak sepakat untuk menjadikan kekerasan sebagai suatu jalan yang harus ditempuh. Dalam bukunya What is Communist Anarchist, pemikir anarkis Alexander Berkman menulis:

“Anarkisme bukan Bom, ketidakteraturan atau kekacauan. Bukan perampokan dan pembunuhan. Bukan pula sebuah perang di antara yang sedikit melawan semua. Bukan berarti kembali kekehidupan barbarisme atau kondisi yang liar dari manusia. Anarkisme adalah kebalikan dari itu semua. Anarkisme berarti bahwa anda harus bebas. Bahwa tidak ada seorangpun boleh memperbudak anda, menjadi majikan anda, merampok anda, ataupun memaksa anda. Itu berarti bahwa anda harus bebas untuk melakukan apa yang anda mau, memiliki kesempatan untuk memilih jenis kehidupan yang anda mau serta hidup didalamnya tanpa ada yang mengganggu, memiliki persamaan hak, serta hidup dalam perdamaian dan harmoni seperti saudara. Berarti tidak boleh ada perang, kekerasan, monopoli, kemiskinan, penindasan, serta menikmati kesempatan hidup bersama-sama dalam kesetaraan.” (Alexander Berkman, What is Communist Anarchist 1870 - 1936)

Dari berbagai selisih paham antar anarkis dalam mendefinisikan suatu ide kekerasan sebagai sebuah metode, kekerasan tetaplah bukan merupakan suatu ide eksklusif milik anarkisme, sehingga anarkisme tidak bisa dikonotasikan sebagai kekerasan, seperti makna tentang anarkisme yang banyak dikutip oleh berbagai media di Indonesia yang berarti sebagai sebuah aksi kekerasan. Karena bagaimanapun kekerasan merupakan suatu pola tingkah laku alamiah manusia yang bisa dilakukan oleh siapa saja dari kalangan apapun.

Sejarah dan dinamika filsafat anarkisme

Anarkisme sebagai sebuah ide yang dalam perkembangannya juga menjadi sebuah filsafat yang juga memiliki perkembangan serta dinamika yang cukup menarik.

Anarkisme dan Marxisme

Lihat pula: Anarkisme dan Marxisme

Marxisme dalam perkembangannya setelah Marx dan Engels berkembang menjadi 3 kekuatan besar ideologi dunia yang menyandarkan dirinya pada pemikiran-pemikiran Marx. Ketiga ideologi itu adalah : (1) Komunisme, yang kemudian dikembangkan oleh Lenin menjadi ideologi Marxisme-Leninisme yang saat ini menjadi pegangan mayoritas kaum komunis sedunia; (2) Sosialisme Demokrat, yang pertama kali dikembangkan oleh Eduard Bernstein dan berkembang di Jerman dan kemudian berkembang menjadi sosialis yang berciri khas Eropa; (3) Neomarxisme dan Gerakan Kiri Baru, yang berkembang sekitar tahun 1965-1975 di universitas-universitas di Eropa.

Walaupun demikian, ajaran Marx tidak hanya berkutat pada ketiga aliran besar itu karena banyak sekali sempalan-sempalan yang memakai ajaran Marx sebagai basis ideologi dan perjuangan mereka. Aliran lain yang berkembang serta juga memakai Marx sebagai tolak pikirnya adalah Anarkisme.

Walaupun demikian anarkisme dan Marxisme berada dipersimpangan jalan dalam memandang masalah-masalah tertentu. Pertentangan mereka yang paling kelihatan adalah persepsi terhadap negara. Anarkisme percaya bahwa negara mempunyai sisi buruk dalam hal sebagai pemegang monopoli kekuasaan yang bersifat memaksa. Negara hanya dikuasai oleh kelompok-kelompok elit secara politik dan ekonomi, dan kekuatan elit itu bisa siapa saja dan apa saja termasuk kelas proletar seperti yang diimpikan kaum Marxis. Dan oleh karena itu kekuasaan negara (dengan alasan apapun) harus dihapuskan. Disisi lain, Marxisme memandang negara sebagai suatu organ represif yang merupakan perwujudan kediktatoran salah satu kelas terhadap kelas yang lain. Negara dibutuhkan dalam konteks persiapan revolusi kaum proletar, sehingga negara harus eksis agar masyarakat tanpa kelas dapat diwujudkan. Lagipula, cita-cita kaum Marxis adalah suatu bentuk negara sosialis yang bebas pengkotakan berdasarkan kelas.

Selain itu juga, perbedaan kentara antara anarkisme dengan Marxisme dapat dilihat atas penyikapan keduanya dalam seputar isu kelas serta seputar metoda materialisme historis

Pierre-Joseph Proudhon

Pierre Joseph Proudhon

Pierre Joseph Proudhon

Lihat pula: Pierre-Joseph Proudhon

Pierre-Joseph Proudhon, adalah pemikir yang mempunyai pengaruh jauh lebih besar terhadap perkembangan anarkisme; seorang penulis yang betul-betul berbakat dan ‘serba tahu’ dan merupakan tokoh yang dapat dibanggakan oleh sosialisme moderen. Proudhon sangat menekuni kehidupan intelektual dan sosial di zamanya, dan kritik-kritik sosialnya didasari oleh pengalaman hidupnya itu. Diantara pemikir-pemikir sosialis di zamannya, dialah yang paling mampu mengerti sebab-sebab penyakit sosial dan juga merupakan seseorang yang mempunyai visi yang sangat luas. Dia mempunyai keyakinan bahwa sebuah evolusi dalam kehidupan intelektual dan sosial menuju ke tingkat yang lebih tinggi harus tidak dibatasi dengan rumus-rumus abstrak.

Proudhon melawan pengaruh tradisi Jacobin yang mendominasi pemikiran demokrat-demokrat di Perancis dan kebanyakan sosialis pada saat itu, dan juga pengaruh negara dan kebijaksanaan ekonomi dalam proses alami kemajuan sosial. Baginya, pemberantasan kedua-dua perkembangan yang bersifat seperti kanker tersebut merupakan tugas utama dalam abad kesembilan belas. Proudhon bukanlah seorang komunis. Dia mengecam hak milik sebagai hak untuk mengeksploitasi, tetapi mengakui hak milik umum alat-alat untuk ber produksi, yang akan dipakai oleh kelompok-kelompok industri yang terikat antara satu dengan yang lain dalam kontrak yang bebas; selama hak ini tidak dipakai untuk mengeksploitasi manusia lain dan selama seorang individu dapat menikmati seluruh hasil kerjanya. Jumlah waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk memproduksi sebuah benda menjadi ukuran nilainya dalam pertukaran mutual. Dengan sistem tersebut, kemampuan kapital untuk menjalankan riba dimusnahkan. Jikalau kapital tersedia untuk setiap orang, kapital tersebut tidak lagi menjadi sebuah instrumen yang bisa dipakai untuk mengeksploitasi.

Internationale pertama

Lihat pula: Mikhail Bakunin

Tokoh utama kaum anarkisme adalah Mikhail Bakunin, seorang bangsawan Rusia yang kemudian sebagian besar hidupnya tinggal di Eropa Barat. Ia memimpin kelompok anarkis dalam konverensi besar kaum Sosialis sedunia (Internasionale I) dan terlibat pertengkaran dan perdebatan besar dengan Marx. Bakunin akhirnya dikeluarkan dari kelompok Marxis mainstream dan perjuangan kaum anarkis dianggap bukan sebagai perjuangan kaum sosialis. Sejak Bakunin, anarkisme identik dengan tindakan yang mengutamakan kekerasan dan pembunuhan sebagai basis perjuangan mereka. Pembunuhan kepala negara, pemboman atas gedung-gedung milik negara, dan perbuatan teroris lainnya dibenarkan oleh anarkhisme sebagai cara untuk menggerakkan massa untuk memberontak.[2]Mikhail Bakunin merupakan seorang tokoh anarkis yang mempunyai energi revolusi yang dashyat. Bakunin merupakan ‘penganut’ ajaran Proudhon, tetapi mengembanginya ke bidang ekonomi ketika dia dan sayap kolektivisme dalam First International mengakui hak milik kolektif atas tanah dan alat-alat produksi dan ingin membatasi kekayaan pribadi kepada hasil kerja seseorang. Bakunin juga merupakan anti komunis yang pada saat itu mempunyai karakter yang sangat otoritar.

Pada salah satu pidatonya dalam kongres ‘Perhimpunan Perdamaian dan Kebebasan’ di Bern (1868), dia berkata:

Saya bukanlah seorang komunis karena komunisme mempersatukan masyarakat dalam negara dan terserap di dalamnya; karena komunisme akan mengakibatkan konsentrasi kekayaan dalam negara, sedangkan saya ingin memusnahkan negara –pemusnahan semua prinsip otoritas dan kenegaraan, yang dalam kemunafikannya ingin membuat manusia bermoral dan berbudaya, tetapi yang sampai sekarang selalu memperbudak, mengeksploitasi dan menghancurkan mereka.

Bakunin dan anarkis-anarkis lain dalam First International percaya bahwa revolusi sudah berada di ambang pintu, dan mengerahkan semua tenaga mereka untuk menyatukan kekuatan revolusioner dan unsur-unsur libertarian di dalam dan di luar First International untuk menjaga agar revolusi tersebut tidak ditunggangi oleh elemen-elemen kediktatoran. Karena itu Bakunin menjadi pencipta gerakan anarkisme moderen. Peter Kropotkin adalah seorang penyokong anarkisme yang memberikan dimensi ilmiah terhadap konsep sosiologi anarkisme.

Anarkisme model Bakunin, tidaklah identik dengan kekerasan. Tetapi anarkisme setelah Bakunin kemudian berkembang menjadi sebuah gerakan yang menjadikan kekerasan sebagai jalur perjuangan mereka. Dan puncaknya adalah timbulnya gerakan baru yang juga menjadikan sosialisme Marx sebagai pandangan hidupnya, yaitu Sindikalisme. gerakan ini menjadikan sosialisme Marx dan anarkisme Bakunin sebagai dasar perjuangan mereka. Bahkan gerakan mereka disebut Anarko-Sindikalisme.

Varian-varian anarkisme

Anarkisme, yang besar dan kemudian berbeda jalur dengan Marxisme, bukan merupakan suatu ideologi yang tunggal. Di dalam anarkisme sendiri banyak aliran-aliran pemikiran yang cukup berbeda satu dengan yang lain. Perbedaan itu terutama dalam hal penekanan dan prioritas pada suatu aspek. Aliran-aliran dan pemikiran-pemikiran yang berbeda di dalam Anarkisme adalah suatu bentuk dari berkembangnya ideologi ini berdasarkan perbedaan latar belakang tokoh, peristiwa-peristiwa tertentu dan tempat/lokasi dimana aliran itu berkembang.

Anarkisme-kolektif

Kelompok anarkisme-kolektif sering diasosiasikan dengan kelompok anti-otoritarian pimpinan Mikhail Bakunin yang memisahkan diri dari Internationale I. Kelompok ini kemudian membentuk pertemuan sendiri di St. Imier (1872). Disinilah awal perbedaan antara kaum anarkis dengan Marxis, diman sejak saat itu kaum anarkis menempuh jalur perjuangan yang berbeda dengan kaum Marxis. Perbedaan itu terutama dalam hal persepsi terhadap negara.

Doktrin utama dari anarkis-kolektif adalah “penghapusan segala bentuk negara” dan “penghapusan hak milik pribadi dalam pengertian proses produksi”. Doktrin pertama merupakan terminologi umum anarkisme, tetapi kemudian diberikan penekanan pada istilah “kolektif” oleh Bakunin sebagai perbedaan terhadap ide negara sosialis yang dihubungkan dengan kaum Marxis. Sedangkan pada doktrin kedua, anarkis-kolektif mengutamakan penghapusan adanya segala bentuk hak milik yang berhubungan dengan proses produksi dan menolak hak milik secara kolektif yang dikontrol oleh kelompok tertentu. Menurut mereka, pekerja seharusnya dibayar berdasarkan jumlah waktu yang mereka kontribusikan pada proses produksi dan bukan “menurut apa yang mereka inginkan”.

Pada tahun 1880-an, para pendukung anarkis kebanyakan mengadopsi pemikiran anarkisme-komunis, suatu aliran yang berkembang terutama di Italia setelah kematian Bakunin. Ironisnya, label “kolektif” kemudian secara umum sering diasosiasikan dengan konsep Marx tentang negara sosialis.

Anarkisme komunis

Lihat pula: Anarko-Komunisme
William Godwin

William Godwin

Ide-ide anarkis bisa ditemui dalam setiap periode sejarah, walaupun masih banyak penelitian yang harus dilakukan dalam bidang ini. Kita menemuinya dalam karya filsuf Tiongkok, Lao-Tse (yang berjudul Arah dan Jalan yang Benar[3].) dan juga filsuf-filsuf Yunani seperti Hedonists[4] dan Cynics[5] dan orang-orang yang mendukung ‘hukum alam’, khususnya Zeno yang menemukan aliran ‘Stoic’ yang berlawanan dengan Plato. Mereka menemukan ekspresi dari ajaran-ajaran Gnostics, Karpocrates di Alexandria dan juga dipengaruhi oleh beberapa aliran Kristen di Zaman Pertengahan di Prancis, Jerman dan Belanda. Hampir semua dari mereka menjadi korban represi. Dalam sejarah reformasi Bohemia, anarkisme ditemui dalam karya Peter Chelciky (The Net of Faith) yang mengadili negara dan gereja seperti yang dilakukan oleh Leo Tolstoy di kemudian hari.

Humanis besar lainnya adalah Rabelais yang dalam karyanya menggambarkan kehidupan yang bebas dari semua cengkraman otoritas. Sebagian dari pemrakarsa ideologi libertarian lainnya adalah La Boetie, Sylvan Marechal, dan Diderot. Karya William Godwin yang berjudul ‘Pertanyaan Mengenai Keadilan Politik dan Pengaruhnya Terhadap Moralitas dan Kebahagiaan’, merupakan bagian penting dari sejarah anarkisme kontemporer. Dalam karyanya tersebut Godwin menjadi orang pertama yang memberikan bentuk yang jelas mengenai filsafat anarkisme dan meletakannya dalam konteks proses evolusi sosial pada saat itu. Karya tersebut, boleh kita bilang adalah ‘buah matang’ yang merupakan hasil daripada evolusi yang panjang dalam perkembangan konsep politik dan sosial radikal di Inggris, yang meneruskan tradisi yang dimulai oleh George Buchanan sampai Richard Hooker, Gerard Winstanley, Algernon Sydney, John Locke, Robert Wallace dan John Bellers sampai Jeremy Bentham, Joseph Priestley, Richard Price dan Thomas Paine.

Godwin menyadari bahwa sebab-sebab penyakit sosial dapat ditemukan bukanlah dalam bentuk negara tetapi karena adanya negara itu. Pada saat ini, negara hanyalah merupakan karikatur masyarakat, dan manusia yang ada dalam cengkraman negara ini hanyalah merupakan karikatur diri mereka karena manusia-manusia ini digalakkan untuk menyekat ekspresi alami mereka dan untuk melakukan tindakan-tindakan yang merusak akhlaknya. Hanya dengan cara-cara tersebut, manusia dapat dibentuk menjadi hamba yang taat. Ide Godwin mengenai masyarakat tanpa negara mengasumsikan hak sosial untuk semua kekayaan alam dan sosial, dan kegiatan ekonomi akan dijalankan berdasarkan ko-operasi bebas diantara produsen-produsen; dengan idenya, Godwin menjadi penemu Anarkisme Komunis.

Errico Malatesta (1853–1932)

Errico Malatesta (1853–1932)

Namun demikian, kelompok anarkisme-komunis pertama kali diformulasikan oleh Carlo Cafiero, Errico Malatesta dan Andrea Costa dari kelompok federasi Italia pada Internasionale I. Pada awalnya kelompok ini (kemudian diikuti oleh anarkis yang lain setelah kematian Bakunin seperti Alexander Berkman, Emma Goldman, dan Peter Kropotkin) bergabung dengan Bakunin menentang kelompok Marxis dalam Internasionale I.

Berbeda dengan anarkisme-kolektif yang masih mempertahankan upah buruh berdasarkan kontribusi mereka terhadap produksi, anarkisme-komunis memandang bahwa setiap individu seharusnya bebas memperoleh bagian dari suatu hak milik dalam proses produksi berdasarkan kebutuhan mereka.

Kelompok anarkisme-komunis menekankan pada egalitarianism (persamaan), penghapusan hirarki sosial (social hierarchy), penghapusan perbedaan kelas, distribusi kesejahteraan yang merata, penghilangan kapitalisme, serta produksi kolektif berdasarkan kesukarelaan. Negara dan hak milik pribadi adalah hal-hal yang tidak seharusnya eksis dalam anarkisme-komunis. Setiap orang dan kelompok berhak dan bebas untuk berkontribusi pada produksi dan juga untuk memenuhi kebutuhannya berdasarkan pilihannya sendiri.

Anarko-Sindikalisme

Lihat pula: Anarko-Sindikalisme
Bendera yang digunakan dalam gerakan Anarko-Sindikalisme.

Bendera yang digunakan dalam gerakan Anarko-Sindikalisme.

Salah satu aliran yang berkembang cukup subur di dalam lingkungan anarkisme adalah kelompok anarko-sindikalisme. Tokoh yang terkenal dalam kelompok anarko-sindikalisme antara lain Rudolf Rocker, ia juga pernah menjelaskan ide dasar dari pergerakan ini, apa tujuannya, dan kenapa pergerakan ini sangat penting bagi masa depan buruh dalam pamfletnya yang berjudul Anarchosyndicalism pada tahun 1938.[6] Pada awalnya, Bakunin juga adalah salah satu tokoh dalam anarkisme yang gerakan-gerakan buruhnya dapat disamakan dengan orientasi kelompok anarko-sindikalisme, tetapi Bakunin kemudian lebih condong pada anarkisme-kolektif.

Anarko-sindikalisme adalah salah satu cabang anarkisme yang lebih menekankan pada gerakan buruh (labour movement). Sindikalisme, dalam bahasa Perancis, berarti “trade unionism”. Kelompok ini berpandangan bahwa serikat-serikat buruh (labor unions) mempunyai kekuatan dalam dirinya untuk mewujudkan suatu perubahan sosial secara revolusioner, mengganti kapitalisme serta menghapuskan negara dan diganti dengan masyarakat demokratis yang dikendalikan oleh pekerja. Anarko-sindikalisme juga menolak sistem gaji dan hak milik dalam pengertian produksi. Dari ciri-ciri yang dikemukakan diatas, anarko-sindikalisme sepertinya tidak mempunyai perbedaan dengan kelompok-kelompok anarkisme yang lain.

Prinsip-prinsip dasar yang membedakan anarko-sindikalisme dengan kelompok lainnya dalam anarkisme adalah : (1) Solidaritas pekerja (Workers Solidarity); (2) Aksi langsung (direct action); dan (3) Manajemen-mandiri buruh (Workers self-management).

Anarkisme individualisme

Lihat pula: Anarkisme individualisme

Anarkisme individualisme atau Individual-anarkisme adalah salah satu tradisi filsafat dalam anarkisme yang menekankan pada persamaan kebebasan dan kebebasan individual. Konsep ini umumnya berasal dari liberalisme klasik. Kelompok individual-anarkisme percaya bahwa “hati nurani individu seharusnya tidak boleh dibatasi oleh institusi atau badan-badan kolektif atau otoritas publik”. Karena berasal dari tradisi liberalisme, individual-anarkisme sering disebut juga dengan nama “anarkisme liberal”.

Tokoh-tokoh yang terlibat dalam individual-anarkisme antara lain adalah Max Stirner, Josiah Warren, Benjamin Tucker, John Henry Mackay, Fred Woodworth, dan lain-lain. Kebanyakan dari tokoh-tokoh individual-anarkisme berasal dari Amerika Serikat, yang menjadi basis liberalisme. Dan oleh karena itu pandangan mereka terhadap konsep individual-anarkisme kebanyakan dipengaruhi juga oleh alam pemikiran liberalisme.

Individual-anarkisme sering juga disebut “anarkisme-egois”, karena salah satu tokohnya, Max Stirner, menulis buku “Der Einzige und sein Eigentum” (b.Inggris : The Ego and Its Own / b.Indonesia : Ego dan Miliknya)[7] yang dengan cepat dilupakan, tetapi mengalami kebangkitan lima puluh tahun kemudian, buku tersebut lebih menonjolkan peran individu.

Buku Stirner itu pada dasarnya adalah karya filsafat yang menganalisa ketergantungan manusia dengan apa yang dikenal sebagai ‘kekuasaan yang lebih tinggi’ (higher powers). Dia tidak takut memakai kesimpulan- kesimpulan yang diambil dari hasil survei. Buku tersebut merupakan pembrontakan yang sadar dan sengaja yang tidak menunjukan kehormatan kepada otoritas dan karenanya sangat menarik bagi pemikir mandiri.

Varian-varian anarkisme lainnya

Selain aliran-aliran yang disebut diatas, masih banyak lagi aliran lain yang memakai pemikiran anarkisme sebagai dasarnya. Antara lain :

  • Post-Anarchism, yang dikembangkan oleh Saul Newman dan merupakan sintesis antara teori anarkisme klasik dan pemikiran post-strukturalis.
  • Anarki pasca-kiri, yang merupakan sintesis antara pemikiran anarkisme dengan gerakan anti-otoritas revolusioner diluar pemikiran “kiri” mainstream.
  • Anarka-Feminisme, yang lebih menekankan pada penolakan pada konsep patriarka yang merupakan perwujudan hirarki kekuasaan. Tokohnya antara lain adalah Emma Goldman.
  • Eko-Anarkisme dan Anarkisme Hijau, yang lebih menekankan pada lingkungan.
  • Anarkisme insureksioner, yang merupakan gerakan anarkis yang menentang segala organisasi anarkis dalam bentuk yang formal, seperti serikat buruh, maupun federasi. Definisi tentang anarkisme insureksioner dijelaskan dalam jurnal Do or Die dan pamflet-pamflet grup Venomous Butterfly yang insureksionis :
Adalah suatu bentuk, yang tidak dapat terbakukan dalam satu kubu, serta sangat beragam dalam perspektifnya. Anarkisme Insureksioner bukanlah sebuah solusi ideologis bagi masalah-masalah sosial, dan juga bukan komoditi dalam pasar ideologi yang digelar kapitalisme. Melainkan, ia adalah praktek berkelanjutan yang bertujuan untuk mengakhiri dominasi negara dan berteruskembangnya kapitalisme, yang membutuhkan analisa-analisa dan diskusi-diskusi untuk menjadikannya semakin maju dan berkembang. Menurut sejarahnya, kebanyakan anarkis, kecuali mereka yang percaya bahwa peradaban kapitalisme akan terus berkembang hingga titik kehancurannya sendiri, percaya bahwa sebentuk aktivitas insureksioner dibutuhkan untuk dapat mentransformasikan masyarakat secara radikal. Dalam artian ini, negara harus dipukul mundur dari eksistensinya oleh mereka yang tereksploitasi dan termarjinalkan, dengan demikian para anarkis harus menyerang: menunggu sistem ini melenyap dan menghancurkan dirinya sendiri adalah sebuah kekalahan telak.

Anarkisme dan agama

Lihat pula: Anarkisme dan agama

Pada dasarnya, sejak mulai dari Proudhon, Bakunin, Berkman, dan Malatesta sampai pada kelompok-kelompok anarkis yang lain, anarkisme selalu bersikap skeptik dan anti terhadap institusi agama. Dalam pandangan mereka, institusi keagamaan selalu bersifat hirarki dan mempunyai kekuasaan seperti layaknya negara, dan oleh karena itu harus ditolak. Tetapi dalam agama sendiri (Kristen, Yahudi, Islam, dll) sebenarnya pemikiran akan “anarkisme” dalam pengertian “without ruler” sudah banyak ditemui.

Anarkis-kristen

Dalam agama Kristen, konsep yang dipakai oleh kaum anarkis-kristen adalah berdasarkan konsep bahwa hanya Tuhan yang mempunyai otoritas dan kuasa di dunia ini dan menolak otoritas negara, dan juga gereja, sebagai manifestasi kekuasaan Tuhan. Dari konsep ini kemudian berkembang konsep-konsep yang lain misalnya pasifisme (anti perang), non-violence (anti kekerasan), abolition of state control (penghapusan kontrol negara), dan tax resistance (penolakan membayar pajak). Semuanya itu dalam konteks bahwa kekuasaan negara tidak lagi eksis di bumi dan oleh karena itu harus ditolak. Tokoh-tokoh yang menjadi inspirasi dalam perkembangan gerakan anarkis-kristen antara lain : Soren Kierkegaard, Henry David Thoreau, Nikolai Berdyaev, Leo Tolstoy, dan Adin Ballou.

Anarkisme dan Islam

Lihat pula: Islam dan anarkisme
Hakim Bey

Hakim Bey

Dalam agama Islam, kelompok anarkisme melakukan interpretasi terhadap konsep bahwa Islam adalah agama yang bercirikan penyerahan total terhadap Allah (bahasa Arab allāhu الله), yang berarti menolak peran otoritas manusia dalam bentuk apapun. Anarkis-Islam menyatakan bahwa hanya Allah yang mempunyai otoritas di bumi ini serta menolak ketaatan terhadap otoritas manusia dalam bentuk fatwa atau imam. Hal ini merupakan elaborasi atas konsep “tiada pemaksaan dalam beragama”. Konsep anarkisme-islam kemudian berkembang menjadi konsep-konsep lainnya yang mempunyai kemiripan dengan ideologi sosialis seperti pandangan terhadap hak milik, penolakan terhadap riba, penolakan terhadap kekerasan dan mengutamakan self-defense, dan lain-lain. Kelompok-kelompok dalam Islam yang sering diasosiasikan dengan anarkisme antara lain : Sufisme dan Kelompok Hashshashin.

Salah seorang tokoh muslim anarkis yang berpengaruh yaitu Peter Lamborn Wilson, yang selalu menggunakan nama pena Hakim Bey. Dia mengkombinasikan ajaran sufisme dan neo-pagan dengan anarkisme dan situasionisme. Dia juga merupakan seorang yang terkenal dengan konsepnya Temporary Autonomus Zones[1].

Yakoub Islam, seorang anarkis muslim, pada 25 Juni 2005 mempublikasikan Muslim Anarchist Charter (Piagam Muslim Anarkis), yang berbunyi :

  • Tiada tuhan selain Allah dan nabi Muhammad adalah utusannya;
  • Tujuan dari hidup ialah untuk membangun sebuah hubungan kasih yang damai dengan Yang Maha Esa melalui pemahaman untuk bertindak sesuai ajaran, wahyu, serta tanda-tandanya di dalam Penciptaannya juga hati manusia;
  • Demi tujuan seperti itu kita harus memiliki komitmen yang kuat untuk mempelajarinya dengan kehendak hati yang bebas, dan secara sadar menolak setiap bentuk kompromi dengan institusi kekuasaan, entah dalam bentukbnya yang yuridis, relijius, sosial, korporatik maupun politis;
  • Demi tujuan seperti itu kita harus aktif di dalam kegiatan merealisasikan keadilan yang bertujuan untuk membangun sebuah komunitas-komunitas dan masyarakat dimana pembangunan jiwa yang spiritual tidak terbatasi lagi oleh kemiskinan, tirani, dan ketidakpedulian.

Muslim Anarchist Charter menolak:

  • Kekuatan fasis yang bertujuan untuk memapankan kebenaran tunggal yang absolut, termasuk patriarki, kerajaan, dan kapitalisme.

Kritik atas anarkisme

Baik secara teori ataupun praktek, anarkisme telah menimbulkan perdebatan dan kritik-kritik atasnya. Beberapa kritik dilontarkan oleh lawan utama dari anarkisme seperti pemerintah. Beberapa kritik lainnya bahkan juga dilontarkan oleh para anarkis sendiri serta ada juga yang muncul dari kalangan kaum kiri otoritarian seperti yang dilontarkan oleh kalangan marxisme. Kritik biasanya dilontarkan sekitar permasalahan idealisme anarkisme yang mustahil dapat diterapkan di dunia nyata, seperti apa yang banyak dipecaya oleh para anarkis mengenai ajaran bahwa manusia pada dasarnya baik dan bisa menggalang solidaritas kemanusiaan untuk kesejahteraan manusia tanpa penindasan oleh sebagiannya yang hal tersebut banyak dibantah oleh para ekonom. Dan juga mengenai ajaran bahwa setiap manusia lahir bebas setara yang juga dibantah oleh para pakar sosiolog.[8]

Kritik juga dilontarkan atas penolakan anarkisme terhadap organisasi sentralis seperti pemerintahan kaum buruh, partai revolusioner, dan lain sebagainya, yang dianggap oleh banyak pihak justru akan melemahkan posisi kaum anarkis apabila revolusi terjadi. Hal ini juga yang dituduhkan kepada para anarkis saat revolusi Spanyol terjadi, paska pengambilan kekuasaan oleh kaum proletariat atas rezim fasis yang pada saat itu berkuasa di Spanyol.[9]

Catatan dan referensi

  1. ^ The Political Philosophy of Bakunin, Hal. 269, Mikhail Bakunin
  2. ^ Franz Magnis Suseno. Pemikiran Karl Marx : Dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme, Jakarta, 1999
  3. ^ Lao tse, Arah dan Jalan yang Benar. diterjemahkan kedalam bahasa inggris dari the German of Alexander Ular. Penerbit the Inselbucherei, Leipzig
  4. ^ Salah satu Hedonis awal adalah Cyrenaics (400 SM), yang menggagaskan ide bahwa seni kehidupan adalah memaksimalkan setiap detik kehidupan untuk kenikmatan yang memuaskan indera dan intelek
  5. ^ Para pengikut Diogenes (400-325 SM), yang mengemukakan filsafat hidup bahwa dengan mereduksi keinginan seseorang sampai pada kebutuhan minimal, disatu sisi memerlukan disiplin diri yang keras, tapi disis lain akan mengantar pada swasembada/ketidaktergantungan dan kebebasan. Mazhab ini mengalami masa kejayaan pada tahun abad 3 SM dan muncul lagi pada abad 1 M.
  6. ^ Anarchosyndicalism oleh Rudolph Rocker diterbitkan kembali pada 7 September 2006
  7. ^ Stirner, Max (1907). The Ego and His Own. Diterjemahkan dari bahasa Jerman ke dalam bahasa inggris oleh Steven T. Byington. New York: Benj. R. Tucker
  8. ^ Zaro Sastrowardoyo, Anarkisme Sosial
  9. ^ Manifesto WORLD REVOLUTION

Daftar pustaka

My Downgrade, Bayar Utang itu Perlu…

October 14th, 2008

Mom, utangku banyak ke kamu. Dan rasa-rasanya kertas bonku sudah sekian tumpuk selalu penuh.
Kenapa kamu tak pernah menagih?

oh… malunya aku.

Aku tahu sih mom, apa yang telah kamu perbantukan ke aku adalah ikhlasmu.

Justru ini yang semakin membuatku malu padamu. Aku selalu merepotimu.


Aku menjadi beban hidupmu walau berkali-kali kau katakan kau tak minta kembalian..

Hai mom, kamu begitu baik. Sekali lagi aku malu..

Mom, i love you!!

Super Mom

October 3rd, 2008

Super Mom

Mom, you’re a wonderful mother,
So gentle, yet so strong.
The many ways you show you care
Always make me feel I belong. You’re patient when I’m foolish;
You give guidance when I ask;
It seems you can do most anything;
You’re the master of every task. You’re a dependable source of comfort;
You’re my cushion when I fall.
You help in times of trouble;
You support me whenever I call. I love you more than I can express;
You have my total respect.
If I had my choice of mothers,
You’d be the one I’d select!
By Joanna Fuchs

Jimatullah…

October 2nd, 2008
YAA SIIN:
KHUSUSSON ILLA:
SOEPRIYONO RIYADI
yaa-siin
[36:1] Yaa siin1264
waalqur-aani alhakiimi
[36:2] Demi Al Quraan yang penuh hikmah,
innaka lamina almursaliina
[36:3] Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul,
‘alaa shiraathin mustaqiimin
[36:4] (yang berada) diatas jalan yang lurus,
tanziila al’aziizi alrrahiimi
[36:5] (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,
litundzira qawman maa undzira aabaauhum fahum ghaafiluuna
[36:6] Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.
laqad haqqa alqawlu ‘alaa aktsarihim fahum laa yu/minuuna
[36:7] Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, kerena mereka tidak beriman.
innaa ja’alnaa fii a’naaqihim aghlaalan fahiya ilaa al-adzqaani fahum muqmahuuna
[36:8] Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu dileher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.
waja’alnaa min bayni aydiihim saddan wamin khalfihim saddan fa-aghsyaynaahum fahum laa yubshiruuna
[36:9] Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.
wasawaaun ‘alayhim a-andzartahum am lam tundzirhum laa yu/minuuna
[36:10] Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.
innamaa tundziru mani ittaba’a aldzdzikra wakhasyiya alrrahmaana bialghaybi fabasysyirhu bimaghfiratin wa-ajrin kariimin
[36:11] Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan1265 dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
innaa nahnu nuhyii almawtaa wanaktubu maa qaddamuu waaatsaarahum wakulla syay-in ahsaynaahu fii imaamin mubiinin
[36:12] Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).
waidhrib lahum matsalan ash-haaba alqaryati idz jaa-ahaa almursaluuna
[36:13] Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka.
idz arsalnaa ilayhimu itsnayni fakadzdzabuuhumaa fa’azzaznaa bitsaalitsin faqaaluu innaa ilaykum mursaluuna
[36:14] (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang di utus kepadamu”.
qaaluu maa antum illaa basyarun mitslunaa wamaa anzala alrrahmaanu min syay-in in antum illaa takdzibuuna
[36:15] Mereka menjawab: “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka”.
qaaluu rabbunaa ya’lamu innaa ilaykum lamursaluuna
[36:16] Mereka berkata: “Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu”.
wamaa ‘alaynaa illaa albalaaghu almubiinu
[36:17] Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas”.
qaaluu innaa tathayyarnaa bikum la-in lam tantahuu lanarjumannakum walayamassannakum minnaa ‘adzaabun aliimun
[36:18] Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami”.
qaaluu thaa-irukum ma’akum a-in dzukkirtum bal antum qawmun musrifuuna
[36:19] Utusan-utusan itu berkata: “Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas”.
wajaa-a min aqshaa almadiinati rajulun yas’aa qaala yaa qawmi ittabi’uu almursaliina
[36:20] Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: “Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu”.
ittabi’uu man laa yas-alukum ajran wahum muhtaduuna
[36:21] Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
wamaa liya laa a’budu alladzii fatharanii wa-ilayhi turja’uuna
[36:22] Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan?
a-attakhidzu min duunihi aalihatan in yuridni alrrahmaanu bidhurrin laa tughni ‘annii syafaa‘atuhum syay-an walaa yunqidzuuni
[36:23] Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain Nya jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?
innii idzan lafii dhalaalin mubiinin
[36:24] Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.
innii aamantu birabbikum faisma’uuni
[36:25] Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.
qiila udkhuli aljannata qaala yaa layta qawmii ya’lamuuna
[36:26] Dikatakan (kepadanya): “Masuklah ke syurga”1266. Ia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya kamumku mengetahui.
bimaa ghafara lii rabbii waja’alanii mina almukramiina
[36:27] Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan”.
wamaa anzalnaa ‘alaa qawmihi min ba’dihi min jundin mina alssamaa-i wamaa kunnaa munziliina
[36:28] Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.
in kaanat illaa shayhatan waahidatan fa-idzaa hum khaamiduuna
[36:29] Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.
alam yaraw kam ahlaknaa qablahum mina alquruuni annahum ilayhim laa yarji’uuna
[36:31] Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka1267.
waaayatun lahum annaa hamalnaa dzurriyyatahum fii alfulki almasyhuuni
[36:41] Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan.
wakhalaqnaa lahum min mitslihi maa yarkabuuna
[36:42] dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu1269.
wa-in nasya/ nughriqhum falaa shariikha lahum walaa hum yunqadzuuna
[36:43] Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.
illaa rahmatan minnaa wamataa‘an ilaa hiinin
[36:44] Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.
wa-idzaa qiila lahumu ittaquu maa bayna aydiikum wamaa khalfakum la’allakum turhamuuna
[36:45] Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Takutlah kamu akan siksa yang dihadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat”, (niscaya mereka berpaling).
wamaa ta/tiihim min aayatin min aayaati rabbihim illaa kaanuu ‘anhaa mu’ridhiina
[36:46] Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.
wa-idzaa qiila lahum anfiquu mimmaa razaqakumu allaahu qaala alladziina kafaruu lilladziina aamanuu anuth‘imu man law yasyaau allaahu ath‘amahu in antum illaa fii dhalaalin mubiinin
[36:47] Dan apabila dikatakakan kepada mereka: “Nafkahkanlah sebahagian dari reski yang diberikan Allah kepadamu”, maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: “Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata”.
wayaquuluuna mataa haadzaa alwa’du in kuntum shaadiqiina
[36:48] Dan mereka berkata: “Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?”.
maa yanzhuruuna illaa shayhatan waahidatan ta/khudzuhum wahum yakhishshimuuna
[36:49] Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja1270 yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.
falaa yastathii’uuna tawshiyatan walaa ilaa ahlihim yarji’uuna
[36:50] lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.
wa-in kullun lammaa jamii’un ladaynaa muhdaruuna
[36:32] Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.
waaayatun lahumu al-ardhu almaytatu ahyaynaahaa wa-akhrajnaa minhaa habban faminhu ya/kuluuna
[36:33] Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.
waja’alnaa fiihaa jannaatin min nakhiilin wa-a’naabin wafajjarnaa fiihaa mina al’uyuuni
[36:34] Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,
liya/kuluu min tsamarihi wamaa ‘amilat-hu aydiihim afalaa yasykuruuna
[36:35] supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?
subhaana alladzii khalaqa al-azwaaja kullahaa mimmaa tunbitu al-ardhu wamin anfusihim wamimmaa laa ya’lamuuna
[36:36] Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
waaayatun lahumu allaylu naslakhu minhu alnnahaara fa-idzaa hum muzhlimuuna
[36:37] Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.
waalsysyamsu tajrii limustaqarrin lahaa dzaalika taqdiiru al’aziizi al’aliimi
[36:38] dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
waalqamara qaddarnaahu manaazila hattaaaada kaal’urjuuni alqadiimi
[36:39] Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua1268.
laa alsysyamsu yanbaghii lahaa an tudrika alqamara walaa allaylu saabiqu alnnahaari wakullun fii falakin yasbahuuna
[36:40] Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
wanufikha fii alshshuuri fa-idzaa hum mina al-ajdaatsi ilaa rabbihim yansiluuna
[36:51] Dan ditiuplah sangkalala1271, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.
qaaluu yaa waylanaa man ba’atsanaa min marqadinaa haadzaa maa wa’ada alrrahmaanu washadaqa almursaluuna
[36:52] Mereka berkata: “Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?”. Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul(Nya).
in kaanat illaa shayhatan waahidatan fa-idzaa hum jamii’un ladaynaa muhdaruuna
[36:53] Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.
faalyawma laa tuzhlamu nafsun syay-an walaa tujzawna illaa maa kuntum ta’maluuna
[36:54] Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.
inna ash-haaba aljannati alyawma fii syughulin faakihuuna
[36:55] Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).
hum wa-azwaajuhum fii zhilaalin ‘alaa al-araa-iki muttaki-uuna
[36:56] Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.
lahum fiihaa faakihatun walahum maa yadda’uuna
[36:57] Di syurga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.
salaamun qawlan min rabbin rahiimin
[36:58] (Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.
waimtaazuu alyawma ayyuhaa almujrimuuna
[36:59] Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): “Berpisahlah kamu (dari orang-orang mu’min) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat.
alam a’had ilaykum yaa banii aadama an laa ta’buduu alsysyaythaana innahu lakum ‘aduwwun mubiinun
[36:60] Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”,
wa-ani u’buduunii haadzaa shiraathun mustaqiimun
[36:61] dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.
walaqad adhalla minkum jibillan katsiiran afalam takuunuu ta’qiluuna
[36:62] Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu, Maka apakah kamu tidak memikirkan ?.
haadzihi jahannamu allatii kuntum tuu’aduuna
[36:63] Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya).
ishlawhaa alyawma bimaa kuntum takfuruuna
[36:64] Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.
alyawma nakhtimu ‘alaa afwaahihim watukallimunaa aydiihim watasyhadu arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuuna
[36:65] Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
walaw nasyaau lathamasnaa ‘alaa a’yunihim faistabaquu alshshiraatha fa-annaa yubshiruuna
[36:66] Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan, Maka betapakah mereka dapat melihat(nya).
walaw nasyaau lamasakhnaahum ‘alaa makaanatihim famaa istathaa‘uu mudhiyyan walaa yarji’uuna
[36:67] Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.
waman nu’ammirhu nunakkis-hu fii alkhalqi afalaa ya’qiluuna
[36:68] Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya)1272. Maka apakah mereka tidak memikirkan?
wamaa ‘allamnaahu alsysyi’ra wamaa yanbaghii lahu in huwa illaa dzikrun waqur-aanun mubiinun
[36:69] Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Quraan itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan.
liyundzira man kaana hayyan wayahiqqa alqawlu ‘alaa alkaafiriina
[36:70] supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.
awa lam yaraw annaa khalaqnaa lahum mimmaa ‘amilat aydiinaa an’aaman fahum lahaa maalikuuna
[36:71] Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?
wadzallalnaahaa lahum faminhaa rakuubuhum waminhaa ya/kuluuna
[36:72] Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan.
walahum fiihaa manaafi’u wamasyaaribu afalaa yasykuruuna
[36:73] Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?
waittakhadzuu min duuni allaahi aalihatan la’allahum yunsharuuna
[36:74] Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar mereka mendapat pertolongan.
laa yastathii’uuna nashrahum wahum lahum jundun muhdaruuna
[36:75] Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka.
falaa yahzunka qawluhum innaa na’lamu maa yusirruuna wamaa yu’linuuna
[36:76] Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.
awa lam yaraa al-insaanu annaa khalaqnaahu min nuthfatin fa-idzaa huwa khashiimun mubiinun
[36:77] Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!
wadharaba lanaa matsalan wanasiya khalqahu qaala man yuhyii al’izhaama wahiya ramiimun
[36:78] Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?”
qul yuhyiihaa alladzii ansya-ahaa awwala marratin wahuwa bikulli khalqin ‘aliimun
[36:79] Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.
alladzii ja’ala lakum mina alsysyajari al-akhdhari naaran fa-idzaa antum minhu tuuqiduuna
[36:80] yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu”.
awa laysa alladzii khalaqa alssamaawaati waal-ardha biqaadirin ‘alaa an yakhluqa mitslahum balaa wahuwa alkhallaaqu al’aliimu
[36:81] Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.
innamaa amruhu idzaa araada syay-an an yaquula lahu kun fayakuunu
[36:82] Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia.
fasubhaana alladzii biyadihi malakuutu kulli syay-in wa-ilayhi turja’uuna
[36:83] Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.