Coming Soon ….
MEGAN Megan MeGaN. MEGAN Megan MeGaN. MEGAN Megan MeGaN. MEGAN Megan MeGaN.MEGAN Megan MeGaN. MEGAN Megan MeGaN.MEGAN Megan MeGaN. MEGAN Megan MeGaN.MEGAN Megan MeGaN. MEGAN Megan MeGaN.MEGAN Megan MeGaN. MEGAN Megan MeGaN.MEGAN Megan MeGaN. MEGAN Megan MeGaN.MEGAN Megan MeGaN. MEGAN Megan MeGaN.MEGAN Megan MeGaN. MEGAN Megan MeGaN.MEGAN Megan MeGaN. MEGAN Megan MeGaN.MEGAN Megan MeGaN. MEGAN Megan MeGaN.MEGAN Megan MeGaN. MEGAN Megan MeGaN.MEGAN Megan MeGaN. MEGAN Megan MeGaN. The Megan Will Coming Soon.
Uncategorized | Comment (0)The Bigest Story
| JENGIS KHAN (± 1162-1227) | Jan 3, ‘08 3:53 AM for everyone |
|
Untuk Kebangkitannya Suku-suku Sesaat Ada Suatu Dalam
Penaklukan Mongol Apa Salah Salah Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah |
| NAPOLEON BONAPARTE 1769-1821 | Jan 3, ‘08 3:08 AM for everyone |
Jendraldan Kaisar Perancis yang tenar, Napoleon I, keluar dari rahim ibunya di
Ajaccio, Corsica, tahun 1769. Nama aslinya Napoleon Bonaparte. Corsica
masuk wilayah kekuasaan Perancis cuma lima belas bulan sebelum Napoleon
lahir, dan pada saat-saat remajanya Napoleon seorang nasionalis Corsica
yang menganggap Perancis itu penindas. Tetapi, Napoleon dikirim masuk
akademi militer di Perancis dan tatkala dia tamat tahun 1785 pada umur
lima belas tahun dia jadi tentara Perancis berpangkat letnan.
Empat
tahun kemudian Revolusi Perancis meledak dan dalam beberapa tahun
pemerintah baru Perancis terlibat perang dengan beberapa negara asing.
Kesempatan pertama Napoleon menampakkan kebolehannya adalah di tahun
1793, dalam pertempuran di Toulon (Perancis merebut kembali kota itu
dari tangan Inggris), tempat Napoleon bertugas di kesatuan artileri.
Pada saat itu dia sudah tidak lagi berpegang pada paham nasionalis
Corsicanya, melainkan sudah menganggap diri orang Perancis.
Sukses-sukses yang diperolehnya di Toulon mengangkat dirinya jadi
brigjen dan pada tahun 1796 dia diberi beban tanggung jawab jadi
komando tentara Perancis di Itali. Di negeri itu, antara tahun
1796-1797, Napoleon berhasil pula merebut serentetan kemenangan yang
membuatnya seorang pahlawan tatkala kembali ke Perancis.
Di
tahun 1798 ia memimpin penyerbuan Perancis ke Mesir. Langkah ini
ternyata merupakan malapetaka. Di darat, umumnya pasukan Napoleon
berhasil, tetapi Angkatan Laut Inggris di bawah pimpinan Lord Nelson
dengan mantap mengobrak-abrik armada Perancis, dan di tahun 1799
Napoleon meninggalkan pasukannya di Mesir dan pulang ke Perancis.
Begitu
sampai di Perancis, Napoleon yang jeli itu dapat berkesimpulan bahwa
rakyat Perancis lebih terkenang dengan kemenangan-kemenangannya di
Itali ketimbang kegagalan ekspedisi Perancis ke Mesir. Berpegang pada
fakta ini, hanya sebulan sesudah dia menginjak bumi Perancis, Napoleon
ambil bagian dalam perebutan kekuasaan bersama Albe Sieyes dan
lain-lainnya. Kup ini melahirkan sebuah pemerintah baru yang disebut
"Consulate" dan Napoleon menjadi Konsul pertama. Kendati konstitusi
sudah disusun dengan cermat dan diterima lewat persetujuan plebisit
rakyat, ini cuma kedok belaka untuk menutupi kediktatoran militer
Napoleon yang dengan segera mampu menyikut dan melumpuhkan
lawan-lawannya.
Naiknya
Napoleon ke tahta kekuasaan betul-betul menakjubkan. Tepatnya di bulan
Agustus 1793, sebelum pertempuran Toulon, Napoleon samasekali tidak
dikenal orang. Dia tak lebih dari seorang perwira rendah berumur dua
puluh empat tahun dan bukan sepenuhnya orang Perancis. Tetapi, kurang
dari enam tahun kemudian –masih dalam usia tiga puluh tahun– sudah
menjelma jadi penguasa Perancis yang tak bisa dibantah lagi, posisi
yang digenggamnya selama lebih dari empat belas tahun.
Di
masa tahun-tahun kekuasaannya, Napoleon melakukan perombakan
besar-besaran dalam sistem administrasi pemerintahan serta hukum
Perancis. Misalnya, dia merombak struktur keuangan dan kehakiman, dia
mendirikan Bank Perancis dan Universitas Perancis, serta menyentralisir
administrasi. Meskipun tiap perubahan ini punya makna penting, dan
dalam beberapa hal punya daya pengaruh jangka lama khususnya untuk
Perancis, tidaklah punya pengaruh yang berarti buat negeri lain.
Tetapi
salah satu perombakan yang dilakukan oleh Napoleon punya daya pengaruh
yang melampaui batas negeri Perancis sendiri. Yaitu, penyusunan apa
yang termasyhur dengan sebutan Code Napoleon. Dalam banyak hal, code
ini mencerminkan ide-ide Revolusi Perancis. Misalnya, di bawah code ini
tidak ada hak-hak istimewa berdasar kelahiran dan asal-usul, semua
orang sama derajat di mata hukum. Berbarengan dengan itu code tersebut
cukup mendekati hukum-hukum lama dan adat kebiasaan Perancis sehingga
diterima oleh rakyat Perancis dan sistem pengadilannya. Secara umum,
code itu moderat, terorganisir rapi dan ditulis dengan ringkas, jelas,
serta dapat diterima, tambahan pula mudah difahami. Akibatnya, code ini
tidak hanya berlaku di Perancis (hukum perdata Perancis yang berlaku
sekarang hampir mirip dengan Code Napoleon itu) tetapi juga diterima
pula di negeri-negeri lain dengan perubahan-perubahan yang disesuaikan
dengan keperluan setempat.
Politik
Napoleon senantiasa menumbuhkan keyakinan bahwa dialah seorang yang
membela Revolusi Perancis. Tetapi, di tahun 1804 dia sendiri pula yang
memperoklamirkan diri selaku Kaisar Perancis. Tambahan lagi, dia
mengangkat tiga saudaranya keatas tahta kerajaan di beberapa negara
Eropa. Langkah ini tidak bisa tidak menumbuhkan rasa tidak senang pada
sebagian orang-orang Republik Perancis yang menganggap tingkah itu
sepenuhnya merupakan pengkhianatan terhadap ide-ide dan tujuan Revolusi
Perancis. Tetapi, kesulitan utama yang dihadapi Napoleon adalah
peperangan dengan negara-negara asing.
Di
tahun 1802, di Amiens, Napoleon menandatangani perjanjian damai dengan
Inggris. Ini memberi angin lega kepada Perancis yang dalam tempo
sepuluh tahun terus-menerus berada dalam suasana perang. Tetapi, di
tahun berikutnya perjanjian damai itu putus dan peperangan lama dengan
Inggris dan sekutunya pun mulai lagi. Walaupun pasukan Napoleon
berulang kali memenangkan pertempuran di daratan, Inggris tidak bisa
dikalahkan kalau saja armada lautnya tak terlumpuhkan. Malangnya untuk
Napoleon, dalam pertempuran yang musykil di Trafalgar tahun 1805,
armada laut Inggris merebut kemenangan besar. Karena itu, pengawasan
dan keampuhan Inggris di lautan tidaklah perlu diragukan lagi. Meskipun
kemenangan besar Napoleon (di Austerlitz melawan Austria dan Rusia)
terjadi enam minggu sesudah Trafalgar, hal ini sama sekali tidak bisa
menghapus kepahitan kekalahan di sektor armada laut.
Di
tahun 1808 Napoleon perbuat ketololan besar melibatkan Perancis ke
dalam peperangan yang panjang dan tak menentu ujung pangkalnya di
Semenanjung Iberia, tempat tentara Perancis tertancap tak bergerak
selama bertahun-tahun. Tetapi, kekeliruan terbesar Napoleon adalah
serangannya terhadap Rusia. Di tahun 1807 Napoleon bertemu muka dengan
Czar, dan dalam perjanjian Tilsit mereka bersepakat menggalang
persahabatan abadi. Tetapi, persepakatan dan persekutuan itu lambat
laun rusak, dan di tahun 1812 bulan Juni Napoleon memimpin tentara
raksasa menginjak-injak bumi Rusia.
Hasil
dari perbuatan ini sudah sama diketahui. Tentara Rusia umumnya
menghindar dari pertempuran langsung berhadapan dengan tentara
Napoleon, karena itu Napoleon dapat maju dengan cepatnya. Di bulan
September Napoleon menduduki Moskow. Tetapi, orang Rusia
membumihanguskan kota itu dan sebagian besar rata dengan tanah. Sesudah
menunggu lima minggu di Moskow (dengan harapan sia-sia Rusia akan
menawarkan perdamaian), Napoleon akhirnya memutuskan mundur, tetapi
keputusan ini sudah terlambat. Gabungan antara pukulan tentara Rusia
dan musim dingin yang kejam, tak memadainya suplai pasukan Perancis
mengakibatkan gerakan mundur itu menjadi gerakan mundur yang
morat-marit. Kurang dari sepuluh persen tentara raksasa Perancis bisa
keluar dari bumi Rusia hidup-hidup.
Negara-negara
Eropa lain, seperti Austria dan Prusia, sadar benar mereka punya
kesempatan baik menghajar Perancis. Mereka menggabungkan semua kekuatan
menghadapi Napoleon,dan pada saat pertempuran di Leipzig bulan Oktober
1813, Napoleon kembali mendapat pukulan pahit hingga sempoyongan. Tahun
berikutnya dia berhenti dan dibuang ke Pulau Elba, sebuah pulau kecil
di lepas pantai Itali.
Di
tahun 1815 dia melarikan diri dari Pulau Elba, kembali ke Perancis,
disambut baik dan kembali berkuasa. Kekuatan-kekuatan Eropa segera
memaklumkan perang dan seratus hari sehabis duduknya lagi ia di tahta
kekuasaan, Napoleon mengalami kekalahan yang mematikan di Waterloo.
Sesudah
Waterloo, Napoleon dipenjara oleh orang Inggris di St. Helena, sebuah
pulau kecil di selatan Samudera Atlantik. Di sinilah dia menghembuskan
nafasnya yang terakhir tahun 1821 akibat serangan kanker.
Karier
militer Napoleon menyuguhkan paradoks yang menarik. Kegeniusan gerakan
taktiknya amat memukau, dan bila diukur dari segi itu semata, bisa jadi
dia bisa dianggap seorang jendral terbesar sepanjang jaman. Tetapi di
bidang strategi dasar dia merosot akibat bikin kekeliruan-kekeliruan
besar, seperti misalnya penyerbuan ke Mesir dan Rusia. Kesalahan
strateginya begitu bego sehingga Napoleon tak layak dijuluki pemimpin
militer kelas wahid. Apakah anggapan kedua ini tidak adil? Saya kira
tidak. Sesungguhnya, ukuran kebesaran seorang jendral terletak pada
kemampuannya mengelak dari berbuat kesalahan-kesalahan yang menuntun
kearah kehancuran. Hal semacam itu tak terjadi pada diri Alexander Yang
Agung, Jengis Khan dan Tamerlane yang tentaranya tak pernah
terkalahkan. Berhubung Napoleon pada akhirnya dapat dikalahkan di tahun
1815, Perancis memiliki daerah lebih kecil ketimbang yang pernah
dipunyainya di tahun 1879, saat pecahnya Revolusi.
Napoleon
tentu saja seorang "egomaniac" dan sering dianggap semodel dengan
Hitler. Tetapi, ada perbedaan yang ruwet diantara keduanya. Jika Hitler
bertindak sebagian terbesarnya atas dorongan ideologi yang tersembunyi,
Napoleon semata-mata terdorong oleh ambisi yang oportunistis dan dia
tak punya selera melakukan penjagalan besar dan gila-gilaan. Dalam masa
pemerintahan Napoleon, tidak terdapat semacam kamp konsentrasi seperti
yang dipunyai Hitler.
Teramat
masyhurnya nama Napoleon amat mudah menjebak orang menganggap dia itu
berpengaruh besar secara berlebih-lebihan. Masa pengaruh jangka
pendeknya memang besar, mungkin lebih besar dari Alexander Yang Agung
walaupun tidak sebesar Hitler. (Menurut taksiran, sekitar 500.000
tentara Perancis mati dalam perang Napoleon, sedang sekitar 800.000
orang Jerman tewas selama Perang Dunia ke-2). Dengan ukuran apa pun,
perbuatan pengrusakan Napoleon lebih sedikit ketimbang apa yang
diperbuat Hitler.
Dalam
kaitan pengaruh jangka panjang, tampaknya Napoleon lebih penting
ketimbang Hitler, meski lebih kurang penting dibanding Alexander Yang
Agung. Napoleon melakukan perubahan luas dalam tata administrasi
Perancis, tetapi penduduk Perancis cuma satu per tujuh puluh penduduk
dunia. Dalam tiap kejadian, perubahan administratif macam itu harus
ditinjau dari sudut perspektif yang sewajarnya. Pengaruhnya terhadap
orang Perancis jauh lebih sedikit ketimbang perubahan-perubahan
sejumlah kemajuan teknologi dalam masa dua abad belakangan ini.
Banyak
orang bilang, masa Napoleon menyediakan peluang bagi
perubahan-perubahan bagi terkonsolidasinya dan semakin mapannya kaum
borjuais Perancis. Di tahun 1815, tatkala monarki Perancis akhirnya
tersusun kembali, perubahan-perubahan ini ditopang dan dilindungi
begitu baiknya sehingga kemungkinan bisa kembalinya pola-pola sosial
orde lama suatu hal yang sepenuhnya mustahil. Tetapi, perubahan
terpenting sebetulnya terjadi dan tersusun sebelum Napoleon. Pada tahun
1799 ketika Napoleon memegang kendali pemerintahan mungkin setiap jalan
ke arah kembalinya ke masa status quo sudah terlambat. Tetapi, lepas
dari ambisi Napoleon sendiri yang keraja-rajaan, dia memang pegang
peranan penting menyebarnya ide revolusi ke seluruh Eropa.
Napoleon
juga membawa akibat timbulnya pengaruh-pengaruh luas dan besar dalam
revolusi Amerika Latin. Penyerbuannya ke Spanyol melemahkan
pemerintahan Spanyol sehingga cengkraman kolonialnya di daerah-daerah
jajahannya juga dengan sendirinya melonggar dan tidak efektif. Dalam
situasi de facto otonomi inilah gerakan-gerakan kemerdekaan Amerika
Latin mulai meletus.
Napoleon di pertempuran Waterloo.
Dari
semua langkah perbuatan Napoleon, yang paling penting dan paling punya
pengaruh berjangka panjang justru yang berada di luar rencananya dan
tidak ada sangkut pautnya dengan rencana Napoleon sendiri.
Di
tahun 1803, Napoleon menjual daerah luas kepada Amerika Serikat. Dia
tahu, milik Perancis di Amerika Utara sulit dilindungi menghadapi
serangan-serangan Inggris. Selain itu, dia juga perlu duit, penjualan
tanah Louisiana itu mungkin merupakan jual-beli tanah secara damai yang
terbesar dalam sejarah sekaligus mengubah Amerika Serikat menjadi suatu
negara yang berukuran benua. Sukar dibayangkan apa bentuknya Amerika
Serikat tanpa Louisiana ini. Pasti akan merupakan negeri yang
samasekali berbeda dengan apa yang kita kenal sekarang. Dan pula layak
diragukan Amerika Serikat bisa menjadi negeri kuat tanpa jual-beli
Louisiana ini.
Napoleon,
tentu saja, bukanlah satu-satunya orang yang berperanan dan bertanggung
jawab atas penjualan ini. Pemerintah Amerika jelas pegang peranan pula.
Tetapi, penawaran Perancis menjual Louisiana diputuskan dalam
perundingan oleh satu orang. Dan orang itu Napoleon Bonaparte.
Di Posting dari :
Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978
Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982
PT. Dunia Pustaka Jaya
Jln. Kramat II, No. 31A
Jakarta Pusat
| Tips & Trik | Jan 3, ‘08 2:39 AM for everyone |
detikinet
Salah
satu pertanyaan yang kerap didengungkan pengguna komputer adalah
bagaimana mengkonversi file PDF ke dalam format Microsoft Word (doc).
Ada
beberapa cara untuk mengkonversi file bertipe PDF ke format doc. Salah
satunya lewat layanan konversi file online yang dijuluki dengan
"Zamzar". Berikut langkah-langkahnya :
* Buka situs www.zamzar.com. Pada tab Convert File, Step 1, klik tombol Browse. Pilih file PDF yang ingin Anda convert.
* Lanjut ke Step 2, secara default, sistem akan menset file ke format
doc. Tapi anda bisa memilih format lainnya seperti txt, html, rtf, png
dan sebagainya.
* Melangkah ke step selanjutnya (Step 3).
Masukkan alamat e-mail anda. Alamat ini diperlukan karena anda akan
menerima file hasil konversinya via e-mail.
* Selanjutnya
(Step 4), klik Convert. Akan muncul sebuah window berisi informasi
bahwa Anda akan mengkonversi file PDF ke format doc. Klik OK.
Tunggu
sampai indikator uploading mencapai 100 %. Dalam beberapa menit Anda
akan mendapat e-mail dari Zamzar disertai dengan sebuah link untuk
men-download salinan file hasil konversi. Silahkan download file
tersebut.
| Mahatma Gandhi | Dec 31, ‘07 1:18 AM for everyone |
Mohandas Karamchand Gandhi (2 Oktober 1869—30 Januari 1948) (aksara Devanagari: मोहनदास करमचन्दगांधी ) juga dipanggil Mahatma Gandhi (bahasa Sansekerta: "jiwa agung") adalah seorang pemimpin spiritual dan politikus dari India.
Pada
masa kehidupan Gandhi, banyak negara yang merupakan koloni Britania
Raya. Penduduk di koloni-koloni tersebut mendambakan kemerdekaan agar
dapat memerintah negaranya sendir.
Gandhi
adalah salah seorang yang paling penting yang terlibat dalam Gerakan
Kemerdekaan India. Dia adalah aktivis yang tidak menggunakan kekerasan,
yang mengusung gerakan kemerdekaan melalui aksi demonstrasi damai.
Biografi
Gandhi lahir pada 2 Oktober 1869 di negara bagian Gujarat di India. Beberapa dari anggota keluarganya bekerja pada pihak pemerintah. Saat remaja, Gandhi pindah ke Inggris untuk mempelajari hukum. Setelah dia menjadi pengacara, dia pergi ke Afrika Selatan, sebuah koloni Inggris, di mana dia mengalami diskriminasi ras yang dinamakan apartheid. Dia kemudian memutuskan untuk menjadi seorang aktivis politik agar dapat mengubah hukum-hukum yang diskriminatif tersebut. Gandhi pun membentuk sebuah gerakan non-kekerasan.
Ketika
kembali ke India, dia membantu dalam proses kemerdekaan India dari
jajahan Inggris; hal ini memberikan inspirasi bagi rakyat di
koloni-koloni lainnya agar berjuang mendapatkan kemerdekaannya dan
memecah Kemaharajaan Britania untuk kemudian membentuk Persemakmuran.
Rakyat dari agama dan suku
yang berbeda yang hidup di India kala itu yakin bahwa India perlu
dipecah menjadi beberapa negara agar kelompok yang berbeda dapat
mempunyai negara mereka sendiri. Banyak yang ingin agar para pemeluk
agama Hindu dan Islam mempunyai negara sendiri. Gandhi adalah seorang Hindu namun dia menyukai pemikiran-pemikiran dari agama-agama lain termasuk Islam dan Kristen. Dia percaya bahwa manusia dari segala agama harus mempunyai hak yang sama dan hidup bersama secara damai di dalam satu negara.
Pada 1947, India menjadi merdeka dan pecah menjadi dua negara, India dan Pakistan. Hal ini tidak disetujui Gandhi.
Prinsip Gandhi, satyagraha,
sering diterjemahkan sebagai "jalan yang benar" atau "jalan menuju
kebenaran", telah menginspirasi berbagai generasi aktivis-aktivis
demokrasi dan anti-rasisme seperti Martin Luther King, Jr. dan Nelson Mandela.
Gandhi sering mengatakan kalau nilai-nilai ajarannya sangat sederhana,
yang berdasarkan kepercayaan Hindu tradisional: kebenaran (satya), dan
non-kekerasan (ahimsa).
Pada 30 Januari 1948, Gandhi dibunuh seorang lelaki Hindu yang marah Gandhi terlalu memihak kepada Muslim.
Gandhi tidak pernah menerima Penghargaan Perdamaian Nobel, meski dia dinominasikan lima kali antara 1937 dan 1948. Beberapa dekade kemudian, hal ini disesali secara umum oleh pihak Komite Nobel. Ketika Dalai Lama dianugerahi Penghargaan Nobel pada 1989,
ketua umum Komite mengatakan bahwa ini merupakan "sebuah bentuk
mengenang Mahatma Gandhi".Museum elektronik Nobel mempunyai artikel
mengenai hal tersebut. Sepanjang hidupnya, aktivitas Gandhi telah
menarik berbagai komentar dan opini. Misalnya, sebagai penduduk
Kerajaan Britania, Winston Churchill pernah berkata "Menyedihkan…melihat
Mr. Gandhi, seorang pengacara Kuil Tengah yang menghasut, sekarang
tampil sebagai seorang fakir yang tipenya umum di Timur, menaiki tangga
Istana Viceregal dengan badan setengah-telanjang." Begitu juga dengan Albert Einstein yang berkomentar berikut mengenai Gandhi: "(Mungkin) para generasi berikut akan sulit mempercayai bahwa ada orang seperti ini yang pernah hidup di dunia ini."
Karya Mahatma Gandhi tidak terlupakan oleh generasi berikutnya. Cucunya, Arun Gandhi dan Rajmohan Gandhi dan bahkan anak cucunya, Tushar Gandhi, adalah aktivis-aktivis sosio-politik yang terlibat dalam mempromosikan non-kekerasan di seluruh dunia.
Warisan ajaran Gandhi di Indonesia
Selain
tokoh-tokoh perjuangan anti kekerasan, keadilan dan perdamaian di
tingkat dunia, di Indonesia pun ajaran Gandhi menemukan lahan yang
subur. Ibu Gedong Bagoes Oka, misalnya, menemukan inspirasi perjuangannya di dalam ajaran Gandhi. Ia mendirikan Ashram Gandhi di Candi Dasa, Bali sebagai pusat pendidikan dan pengamalan ajaran-ajaran Gandhi tersebut.
Kutipan
"Mereka
yang berjiwa lemah tak akan mampu memberi seuntai maaf tulus. Pemaaf
sejati hanya melekat bagi mereka yang berjiwa tangguh."
Lain-lain
Gandhi tidak pernah menerima Penghargaan Perdamaian Nibel, meski dia dinominasikan lima kali antara 1937 dan 1948. Beberapa dekade kemudian, hal ini disesali secara umum oleh pihak Komite Nobel. Ketika Dalai Lama dianugerahi Penghargaan Nobel pada 1989, ketua umum Komite mengatakan bahwa ini merupakan "sebuah bentuk mengenang Mahatma Gandhi". Museum elektronik Nobel mempunyai artikel mengenai hal tersebut. [1] Sepanjang hidupnya, aktivitas Gandhi telah menarik berbagai komentar dan opini. Misalnya, sebagai penduduk Kerajaan Britania, Winston Churchill pernah berkata "Menyedihkan…melihat
Mr. Gandhi, seorang pengacara Kuil Tengah yang menghasut, sekarang
tampil sebagai seorang fakir yang tipenya umum di Timur, menaiki tangga
Istana Viceregal dengan badan setengah-telanjang." Begitu juga dengan Albert Einstein yang berkomentar berikut mengenai Gandhi: "(Mungkin) para generasi berikut akan sulit mempercayai bahwa ada orang seperti ini yang pernah hidup di dunia ini." Karya Mahatma Gandhi tidak terlupakan oleh generasi berikutnya. Cucunya, Arun Gandhi dan Rajmohan Gandhi dan bahkan anak cucunya, Tushar Gandhi, adalah aktivis-aktivis sosio-politik yang terlibat dalam mempromosikan non-kekerasan di seluruh dunia.



